Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY Tekankan Profesionalitas Pengawas Pemilu dalam Angkringan Demokrasi

KorDiv SDMO Bawaslu DIY Memaparkan Materi dalam Angkringan Demokrasi

KorDiv SDMO Bawaslu DIY Memaparkan Materi dalam Angkringan Demokrasi

YOGYAKARTA– Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) kembali menggelar diskusi dalam program Angkringan Demokrasi dengan tema “Kapasitas dan Profesionalitas Pengawas Pemilu”, Selasa (7/4/2026) di Ruang Rapat Abhipraya Bawaslu DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta magang dari MMTC, UTY, dan UNISA, serta Tim Fasilitasi Konsolidasi Demokrasi. Diskusi dipimpin oleh Agung Nugroho yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjaga kualitas demokrasi.

Dalam pemaparannya, Agung menyampaikan bahwa profesionalitas dan integritas pengawas pemilu merupakan fondasi utama dalam memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan transparan.

“Pengawas pemilu yang profesional adalah pilar utama demokrasi yang akuntabel. Penguatan kapasitas SDM menjadi kunci dalam mencegah pelanggaran dan menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi rutin yang dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kapasitas pengawas secara berkelanjutan.

Selain membahas aspek teknis pengawasan, diskusi juga mengangkat isu global yang berpotensi memengaruhi stabilitas demokrasi di Indonesia. Salah satunya adalah dinamika geopolitik dunia, seperti ketegangan Iran–Israel yang dapat berdampak pada ekonomi global, khususnya melalui kenaikan harga minyak dan potensi inflasi.

“Stabilitas ekonomi sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Tekanan ekonomi dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah dan kualitas demokrasi,” jelasnya.

Dalam konteks ekonomi global, Agung juga menyoroti peran perusahaan multinasional serta tantangan daya saing Indonesia dalam menarik investasi. Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi dalam sistem demokrasi harus mampu menyeimbangkan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, perkembangan teknologi dalam era Revolusi Industri 4.0 turut menjadi perhatian. Digitalisasi dan kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta big data dinilai membawa peluang sekaligus tantangan bagi demokrasi, terutama dalam hal transparansi dan penyebaran informasi.

“Digitalisasi membuka peluang transparansi, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti disinformasi yang dapat memengaruhi proses demokrasi,” ungkapnya.

Selain itu, isu demografi global juga dibahas sebagai faktor yang dapat memengaruhi arah kebijakan publik di berbagai negara. Perubahan jumlah usia produktif, misalnya, dapat berdampak pada dinamika ekonomi dan politik.

Di sisi lain, pentingnya keamanan informasi dalam proses pemilu juga menjadi sorotan. Pemanfaatan teknologi seperti hashing untuk verifikasi dokumen digital dinilai dapat mencegah pemalsuan dokumen serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu DIY berharap dapat terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitas pengawas pemilu, sekaligus membekali generasi muda dengan pemahaman komprehensif mengenai tantangan demokrasi di era global dan digital.

Foto : Heri

Editor : Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle