Lompat ke isi utama

Berita

Berbagi Gagasan, Bawaslu DIY Persiapkan Lawan Berita Hoaks di Pemilu Mendatang

Sharing Session antara Mahasiswa UTY dan Mahasiswa MMTC bersama Bawaslu DIY

Sharing Session antara Mahasiswa UTY dan Mahasiswa MMTC bersama Bawaslu DIY

YOGYAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY)  menggelar sharing session bersama mahasiswa magang dari UTY dan MMTC, Kamis (26/2/2026) di ruang rapat Abhipraya. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran ilmu antara mahasiswa dan jajaran staf, sekaligus langkah awal penguatan kapasitas kelembagaan di bidang pengawasan siber dan komunikasi publik.

Kepala Sekretariat Bawaslu DIY, Screning Yosmar Dano dalam arahannya mengapresiasi materi yang disiapkan mahasiswa serta tim fasilitasi. Ia berharap forum serupa dapat digelar dalam skala lebih besar agar manfaatnya dirasakan seluruh jajaran, termasuk kabupaten/kota. Hal tersebut disampaikan langsung di depan mahasiswa magang dan jajaran sekretariat Bawaslu DIY.

Mahasiswa UTY memaparkan materi bertajuk “Ruang Siber sebagai Arena Politik Pemilu: Tantangan Disinformasi dan Rekomendasi Strategi Diplomasi Siber di Bawaslu DIY.” Paparan menyoroti tingginya penetrasi internet di DIY yang berbanding lurus dengan meningkatnya penyebaran hoaks politik, terutama di kalangan pemilih pemula.

“ Ancaman pemilu kini tak lagi sebatas pelanggaran konvensional, tetapi juga serangan narasi di media sosial. Data Mafindo 2024 mencatat 1.292 hoaks politik sepanjang 2023, meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya. Dengan dominasi pengguna media sosial aktif mencapai 55–60 persen, ruang digital menjadi arena pembentukan opini publik yang strategis sekaligus rawan,” papar salah satu mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Sebagai rekomendasi, mahasiswa mengusulkan penguatan satgas pengawasan digital lintas lembaga, literasi digital berbasis komunitas, pengembangan early warning system berbasis analisis sentimen, hingga kemitraan formal dengan platform digital.

Menanggapi hal tersebut, jajaran Bawaslu DIY mengakui tantangan pengawasan siber, termasuk keterbatasan kewenangan dan akses takedown akun anonim penyebar hoaks. Ke depan, materi ini akan diperdalam dengan melibatkan kabupaten/kota serta dibentuk tim pendamping untuk mengarah pada publikasi research paper.

Sementara itu, mahasiswa MMTC membagikan materi tentang pengembangan podcast sebagai media komunikasi publik. Mulai dari perumusan konsep, penentuan narasumber, penyusunan script, perancangan artistik, hingga teknis produksi dan publikasi di platform digital seperti Spotify.

Podcast dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk “melawan hoaks dengan berita baik.” Apalagi, pemilih 2029 diprediksi didominasi generasi dengan ketertarikan tinggi pada media digital.

“ Bawaslu DIY akan membentuk tim simulasi podcast lintas bagian. Setiap divisi ditunjuk menyiapkan narasumber dan host, serta akan dilakukan pelatihan teknis penggunaan peralatan dan pengaturan produksi.” Ungkap Screning.

Sebagai bentuk apresiasi, Bawaslu DIY juga akan mengirimkan surat resmi kepada perguruan tinggi terkait capaian dan kontribusi mahasiswa selama masa magang.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu DIY menegaskan komitmennya untuk adaptif terhadap tantangan demokrasi digital sekaligus membuka ruang inovasi bersama generasi muda.

 

Foto : Heri

Editor : Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle