Partisipasi Perempuan Esensi Demokrasi
|
Kulon Progo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta – Perlunya pendidikan politik bagi masyarakat terutama kelompok perempuan agar kesadaran politik masyarakat muncul, ikut berperan aktif dalam pelaksanaan pemilihan umum serta kegiatan politik yang melibatkan masyarakat. Pendidikan politik juga penting untuk mewujudkan demokrasi yang lebih baik. Secara umum, pendidikan politik berusaha menyasar ke setiap elemen masyarakat. Beberapa contoh kelompok masyarakat yang harus mendapatkan perhatian diantaranya kelompok penyandang disabilitas, kelompok perempuan, dan kelompok pemilih pemula.
Selain perempuan sebagai kandidat dalam Pemilu, perempuan juga berperan besar sebagai pemilih untuk menentukan kandidat mana yang mendapatkan kursi di legislatif. Jumlah keterpilihan perempuan juga ditentukan oleh seberapa besar kesadaran perempuan untuk memilih perempuan dalam Pemilu.
Anggota Bawaslu D.I. Yogyakarta Sutrisnowati menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Workshop Pendidikan Politik Bagi Kelompok Perempuan, yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta, di Puncak Saka Kulon Progo pada Jumat (13/05/2022). Sutrisnowati menyampaikan bahwa partisipasi perempuan adalah esensi demokrasi. “Tidak sekedar hadir, namun terlibat dan aktif mengawal proses dan hasil untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin berkualitas yang harapannya kedepan akan melahirkan kebijakan yang setara dan adil”, ucap Sutrisnowati.
Sutrinowati juga memberikan pemahaman kepada peserta tentang regulasi Pemilu dan Pemilihan. Harapannya dapat meningkatkan kesadaran peserta tentang peran yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Kesadaran peserta yang tinggi diharapkan bisa meningkatkan peran perempuan pada akses, partisipasi, kesempatan, dan manfaat dalam bidang politik.
Narasumber selain dari Bawaslu D.I. Yogyakarta hadir juga dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) D.I. Yogyakarta, dan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) D.I. Yogyakarta. Kegiatan workshop pendidikan politik ini diikuti oleh 50 (lima puluh) peserta dari organisasi/LSM organisasi perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta.