Sasar Masyarakat Pedesaan Melek Pengawasan Pemilu, Bawaslu DIY Gandeng Radio GCD FM
|
GUNUNGKIDUL-- Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) melakukan kunjungan media (media visit) ke Radio GCD pada Selasa siang (19/05/2026) sebagai upaya memperkuat kolaborasi edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor GCD FM tersebut, anggota Tim Fasilitasi Konsolidasi Demokrasi Bawaslu DIY, Umi Illiyina selaku Anggota Bawaslu DIY menyampaikan bahwa tantangan demokrasi ke depan semakin berat, terutama dengan masifnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital.
“Untuk mencerdaskan masyarakat perlu kemampuan memilah informasi yang benar agar tercipta demokrasi yang sehat,” ujar Umi.
Ia menilai rendahnya literasi digital masyarakat menjadi persoalan serius, terutama ketika pola kampanye politik semakin bergeser ke ranah digital. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penyebaran hoaks dan manipulasi informasi menjelang Pemilu 2029.
“Jika kampanye lebih banyak dilakukan secara digital, maka disinformasi pasti meningkat. Masyarakat perlu tahu bahaya hoaks dan penting menggandeng mitra strategis seperti radio,” jelasnya.
Umi juga menyoroti kelompok masyarakat pedesaan dan lansia yang dinilai rentan menjadi sasaran informasi palsu. Karena itu, Bawaslu DIY menawarkan kolaborasi dalam bentuk podcast, talkshow, maupun program edukasi rutin bersama radio.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Nano dari Radio GCD menyatakan pihaknya terbuka untuk mendukung program edukasi demokrasi kepada masyarakat.
“Informasi kepemiluan yang langsung dari sumber resmi tentu membuat tingkat kepercayaan masyarakat lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Radio GCD memiliki sejumlah program siaran, termasuk talkshow, podcast, dan siaran langsung yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi publik. Program tersebut tersedia setiap Senin hingga Jumat dalam beberapa slot waktu siaran.
Sementara itu, Manajer Penyiaran Radio GCD, Bintang, menilai rendahnya literasi digital membuat banyak masyarakat mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
“Para lansia melek teknologi karena terpaksa, sehingga informasi yang diterima sering dianggap benar begitu saja,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu DIY menawarkan kerja sama pengisian program talkshow rutin satu bulan sekali dengan tema demokrasi, pengawasan partisipatif, dan kepemiluan.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Radio GCD menyatakan siap membuka ruang kolaborasi untuk program-program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Foto : Eko
Editor : Tim Humas Bawaslu DIY