Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY dan Mafindo Perkuat Kolaborasi Pengawasan AI Menuju Pemilu 2029

Audiensi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) ke Bawaslu DIY dalam agenda bertajuk AI Ready ASEAN

Audiensi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) ke Bawaslu DIY dalam agenda bertajuk AI Ready ASEAN

YOGYAKARTA -- Bawaslu DIY menerima audiensi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam agenda bertajuk AI Ready ASEAN di Ruang Media Centre Bawaslu DIY, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi pengawasan disinformasi serta kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam dinamika demokrasi menuju Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mafindo dan menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan teknologi digital yang terus berkembang.

“Sinergi antara Bawaslu DIY dan Mafindo sudah berjalan dalam proses pengawasan, khususnya disinformasi dan hoaks, dan saat ini berkembang ke ranah AI. Adanya AI ini akan turut mewarnai dinamika pemilu di masa depan, baik yang bersifat positif maupun negatif,” ujar Najib.

Ia menambahkan bahwa pada masa non-tahapan pemilu, diperlukan langkah strategis sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan AI.

“Di masa non-tahapan ini perlu untuk menciptakan langkah-langkah strategis guna mencegah semakin maraknya isu AI ke depan. Pada prinsipnya, Bawaslu DIY sangat terbuka terhadap segala bentuk kerja sama yang akan dibangun bersama Mafindo,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Mafindo, Fitria Indri Kesumawati, memaparkan program AI Ready ASEAN yang bekerja sama dengan ASEAN Foundation. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi, etika, serta pemahaman masyarakat terhadap penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

“Teknologi AI berkembang sangat pesat sehingga kami merasa perlu untuk bergerak cepat turun ke masyarakat, guru, dan dosen. Program ini menghadirkan pelatihan selama dua hingga tiga jam dengan 12 materi, serta pembelajaran mandiri melalui sistem Learning Management System (LMS) selama satu minggu,” jelas Fitria.

Ia menambahkan bahwa peserta pelatihan akan memperoleh 20 jam pelajaran (JP) bertaraf internasional beserta sertifikat. Skema pelatihan mencakup kelas reguler maupun master trainer, dengan target 200 peserta pada Maret 2026.

Dalam sesi diskusi, Bawaslu DIY menyambut baik rencana pembaruan nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari persiapan menyongsong tahapan Pemilu 2029. Program AI Ready ASEAN direncanakan dapat diintegrasikan dalam kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) tahun 2026, baik untuk internal Bawaslu DIY dan kabupaten/kota maupun bagi komunitas eksternal dan alumni P2P.

Kegiatan perdana diproyeksikan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Bawaslu DIY akan menyiapkan daftar peserta dari jajaran internal, dan apabila kuota belum terpenuhi, akan diperluas kepada alumni P2P serta komunitas pengawasan partisipatif.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan AI, sekaligus menjaga integritas serta kualitas demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Pemilu 2029.

 

Foto      : Heriyanto

Editor   : Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle