Libatkan Mahasiswa Aktif dalam Pengawasan Pemilu, Bawaslu DIY Bahas Pemilu dan Demokrasi
|
SLEMAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) mengajak mahasiswa menjadi pemilih cerdas dan berperan aktif dalam pengawasan pemilu melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bertema “Demokrasi dan Pemilu” di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Senin (19/10/2026). Kegiatan ini diikuti 64 mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional dengan narasumber anggota Bawaslu DIY, Umi Illiyina selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu DIY.
Dalam pemaparannya, Umi menjelaskan bahwa demokrasi dan pemilu memiliki hubungan erat. Pemilu bukan sekadar sarana memilih pemimpin, tetapi juga menjadi cermin kualitas demokrasi dan perwujudan kedaulatan rakyat. Pemilu yang jujur dan adil menjadi salah satu penanda demokrasi yang sehat.
Diskusi juga membahas tiga persoalan penting, yakni politik uang, termasuk praktik serangan fajar, polarisasi politik pada Pemilu 2019 dan 2024, serta hubungan antara tingginya partisipasi pemilih dan kualitas demokrasi. Mahasiswa diajak memahami bahwa tingginya angka kehadiran pemilih belum tentu menjamin kualitas keputusan politik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti berpartisipasi di bilik suara, tetapi juga ikut mengawasi proses pemilu dan menjaga ruang diskusi tetap sehat, baik di lingkungan kampus maupun di media sosial.
“Demokrasi tidak berhenti di bilik suara,” menjadi pesan yang disampaikan Umi dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, serta berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang jujur dan adil.
Foto: Rosy
Editor: Tim Humas Bawaslu DIY