Lompat ke isi utama

Berita

Dorong Mahasiswa Jaga Demokrasi, Bawaslu DIY Bahas Pemilu dan Bela Negara

Ketua Bawaslu DIY memaparkan tentang hubungan demokrasi, Pemilu dan bela negara bersama mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta

Ketua Bawaslu DIY memaparkan tentang hubungan demokrasi, Pemilu dan bela negara bersama mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta

Yogyakarta — Bawaslu DIY menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bertema “Demokrasi, Pemilu dan Kedaulatan Rakyat” di Fisipol UPN Veteran Yogyakarta, Senin (28/9/2026). Kegiatan yang diikuti 38 peserta tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, sebagai narasumber. 

Dalam pemaparannya, Mohammad Najib menjelaskan demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, baik dijalankan secara langsung maupun melalui wakil yang dipilih secara bebas. 

“Intinya adalah kedaulatan rakyat, partisipasi politik, kesetaraan hak, serta kebebasan berpendapat dan bertindak,” paparnya. 

Najib juga menjelaskan hubungan antara demokrasi dan pemilu. Pemilu menjadi mekanisme bagi rakyat untuk memilih wakilnya dalam pemerintahan sekaligus menjadi sarana untuk mengevaluasi wakil yang dinilai tidak amanah. Pemilu juga memiliki fungsi sebagai mekanisme damai pergantian kekuasaan, penyelesaian konflik secara demokratis, representasi politik, serta pendidikan politik bagi masyarakat. 

Dalam konteks kedaulatan rakyat, pemilu menjadi salah satu mekanisme untuk mengekspresikan kekuasaan rakyat. “Pemilu adalah salah satu mekanisme untuk mengekspresikan kedaulatan rakyat, meskipun bukan satu-satunya bentuk partisipasi politik,” jelas Najib. Melalui pemilu, masyarakat dapat menentukan wakil dan pemimpin sekaligus memastikan akuntabilitas dan legitimasi pemerintahan. 

Diskusi juga membahas kesadaran bela negara dalam pemilu. Peserta menilai partisipasi tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak suap dan politik uang, tidak menyebarkan hoaks, menjaga ketertiban, serta turut melakukan pengawasan sebagai pengawas partisipatif, pemantau, saksi, pegiat, maupun pelapor pelanggaran pemilu. 

Melalui diskusi kelompok, peserta merumuskan pentingnya menggali informasi mengenai calon dan program kerja, menghargai pilihan politik, meningkatkan literasi politik, menjaga sikap netral dalam menerima informasi, serta mengawasi jalannya pemilu. Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa menggunakan hak pilih, menjaga ketertiban, dan ikut mengawasi pemilu merupakan wujud nyata kesadaran bela negara. 

Foto: Eko

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle