Lompat ke isi utama

Berita

Ukur Efektivitas Pemagangan, BPK RI Periksa Kinerja Program Magang Mahasiswa

Bawaslu DIY menerima kunjungan BPK RI bersama STMM Yogyakarta guna memaparkan efektivitas dan tujuan pemagangan STMM “MMTC” di Bawaslu DIY

Bawaslu DIY menerima kunjungan BPK RI bersama STMM Yogyakarta guna memaparkan efektivitas dan tujuan pemagangan STMM “MMTC” di Bawaslu DIY

Yogyakarta — Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menerima kunjungan tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bersama perwakilan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta dalam rangka pemeriksaan lapangan program pemagangan mahasiswa, Kamis (15/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Media Center Bawaslu DIY sebagai bagian dari pemeriksaan kinerja program magang yang dilaksanakan STMM. 

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menyampaikan bahwa STMM merupakan salah satu mitra perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam mendukung pengelolaan kehumasan dan pengembangan konten digital. Mahasiswa magang turut membantu pengelolaan media sosial, fotografi, videografi, serta penggunaan peralatan pendukung publikasi kelembagaan. 

“Program magang di Bawaslu DIY menghasilkan output yang konkret; STMM dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan bidang kehumasan dan relatif berorientasi pada praktik langsung,” ungkap Najib.

Selain menjalankan tugas kehumasan, mahasiswa magang juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kelembagaan, seperti kunjungan ke KPU dan partai politik, praktik pengawasan, serta diskusi pendidikan demokrasi melalui program Angkringan Demokrasi yang dilaksanakan dua kali seminggu. Program ini menjadi ruang pembelajaran praktis sekaligus memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas kelembagaan Bawaslu DIY. 

Tim BPK RI menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan kinerja, bukan pemeriksaan laporan keuangan. Bawaslu DIY dipilih sebagai salah satu mitra pelaksana magang yang menjadi objek uji petik untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program melalui diskusi, wawancara, dan pemeriksaan dokumen. 

“Di STMM terdapat magang industri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berbeda dari kampus lain: periode magang 5 sampai 6 bulan, hampir setara dengan masa studi satu semester, yang kemudian dikonversi menjadi mata kuliah dengan bobot 20 SKS,” papar salah satu tim BPK.

Mohammad Najib berharap kolaborasi dengan STMM Yogyakarta dapat terus berlanjut, terutama untuk mendukung kebutuhan kehumasan menjelang tahapan Pemilu 2029. Sinergi antara lembaga negara dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus meningkatkan kualitas publikasi dan komunikasi kelembagaan Bawaslu DIY. 

 

Foto: Wandi

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle