Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY dan Sonora FM Perkuat Sinergi Edukasi Politik dan Pengawasan Partisipatif

Bawaslu DIY dan Sonora FM memperkuat sinergi edukasi politik dan pengawasan partisipatif melalui dialog publik yang dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Bawaslu DIY dan Sonora FM memperkuat sinergi edukasi politik dan pengawasan partisipatif melalui dialog publik yang dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Yogyakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kolaborasi dengan media melalui siaran dialog di Sonora FM pada Kamis (16/7/2026) yang dilaksanakan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu DIY, Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas serta staf. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam membangun kemitraan strategis dengan media massa untuk meningkatkan pendidikan politik dan mendorong pengawasan partisipatif menjelang Pemilu mendatang ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan Sonora FM.

Anggota Bawaslu DIY, Umi Illiyina, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Sonora FM merupakan langkah untuk mendekatkan Bawaslu kepada masyarakat melalui media yang memiliki jangkauan luas dan kredibilitas tinggi.

"Kerja sama ini merupakan langkah kami untuk lebih dekat dengan media dan masyarakat sebagai bagian dari pendidikan politik menuju Pemilu mendatang. Kami mengajak media sebagai salah satu pilar demokrasi untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat," ujar Umi.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, Bawaslu dan media memiliki visi yang sama, yakni menghadirkan informasi yang benar sekaligus mengedukasi masyarakat agar berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

"Media merupakan mitra strategis dalam konteks kepemiluan. Bawaslu dan media memiliki visi yang sama, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tercipta budaya politik yang tertib dan demokratis," kata Najib.

General Manager Sonora FM, Benny, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama yang berlaku selama lima tahun menjadi bentuk komitmen Sonora FM untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, faktual, dan berimbang kepada masyarakat.

"Sebagai media dan salah satu pilar demokrasi, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar sesuai fakta. Kami siap mendukung sosialisasi kepemiluan bersama Bawaslu," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Umi Illiyina juga menekankan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara Bawaslu dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.

Sementara itu, Mohammad Najib mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berperan sebagai pengawas partisipatif.

"Menindak pelanggaran memang menjadi kewenangan Bawaslu, tetapi mengawasi jalannya demokrasi adalah tanggung jawab kita bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kualitas Pemilu," tegas Najib.

Umi menambahkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki capaian Indeks Demokrasi yang baik sehingga perlu dipertahankan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tantangan penyelenggaraan pemilu semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan media dalam melakukan pengawasan.

Menutup dialog, Benny mengajak masyarakat untuk terus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menjaga netralitas dalam menerima informasi, serta tidak ragu berpartisipasi dalam mengawasi proses demokrasi.

Melalui sinergi ini, Bawaslu DIY berharap kolaborasi dengan Sonora FM dapat memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif, serta memperkuat kualitas demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Foto: Emy

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle