Bawaslu DIY Finalisasi Materi Ajar Bawaslu Membelajarkan Volume 2
|
Yogyakarta — Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menggelar rapat finalisasi materi ajar dan desain pembelajaran program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 di Media Center Bawaslu DIY, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penyempurnaan materi pembelajaran sebelum memasuki tahap produksi program.
Rapat membahas penguatan substansi materi dengan menambahkan sejumlah studi kasus yang relevan dengan pelaksanaan tugas pengawasan Bawaslu. Beberapa materi yang menjadi perhatian meliputi studi kasus pengawasan rekrutmen badan ad hoc, pengawasan kegiatan non-tahapan, serta strategi pencegahan pelanggaran Pemilu.
Penambahan studi kasus tersebut diharapkan dapat membuat materi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 lebih kontekstual dan mudah dipahami, khususnya dalam menggambarkan bagaimana fungsi dan tugas pengawasan dilaksanakan dalam berbagai situasi.
Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, mengarahkan agar penyempurnaan materi segera dituntaskan dan difinalisasi dalam bentuk modul yang siap digunakan.
“Seluruh materi agar segera disempurnakan dan difinalisasi dalam bentuk modul yang siap digunakan,” ujar Najib dalam rapat tersebut.
Selain finalisasi substansi, rapat juga membahas kesiapan produksi program. Bawaslu DIY menargetkan finalisasi modul sekaligus pengambilan gambar (shooting) Bawaslu Membelajarkan Volume 2 pada minggu berikutnya.
Program Bawaslu Membelajarkan merupakan bagian dari upaya Bawaslu DIY menghadirkan pembelajaran kepemiluan yang tidak hanya informatif, tetapi juga dekat dengan persoalan pengawasan yang dihadapi di lapangan. Karena itu, materi pembelajaran terus diarahkan agar memiliki pendekatan yang praktis, kontekstual, dan mudah diterima oleh masyarakat.
Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume 2, Bawaslu DIY berkomitmen memperkuat pendidikan kepemiluan dan literasi pengawasan sekaligus membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan Pemilu yang partisipatif.
Finalisasi materi dan desain pembelajaran menjadi langkah penting sebelum program memasuki tahap produksi. Dengan materi yang lebih matang dan berbasis studi kasus, Bawaslu DIY berharap Bawaslu Membelajarkan Volume 2 dapat menjadi sarana pembelajaran yang relevan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengawasan Pemilu serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Foto: Heri
Editor : Tim Humas Bawaslu