Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Wujudkan Pemilu Berintegritas

Bawaslu DIY ajak mahasiswa wujudkan pemilu berintegritas

Bawaslu DIY ajak mahasiswa wujudkan pemilu berintegritas

YOGYAKARTA--Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) kembali menggelar diskusi Konsolidasi Demokrasi bertema “Mewujudkan Pemilu Berintegritas” di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan mahasiswi Program Studi PGMI serta Tim Fasilitasi Konsolidasi Demokrasi Bawaslu DIY.

Diskusi dipimpin oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY, Sutrisnowati, yang menjelaskan pentingnya menjaga integritas seluruh proses pemilu demi mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Dalam pemaparannya, Sutrisnowati menjelaskan bahwa konsep pemilu berintegritas tidak hanya berlandaskan prinsip LUBER dan JURDIL, tetapi juga mencakup kompetisi politik yang sehat, penyelenggara yang independen, daftar pemilih yang akurat, partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang tegas.

“Pemilu berintegritas membutuhkan penyelenggara yang independen dan profesional, regulasi yang jelas, penegakan hukum yang tegas, serta partisipasi publik yang aktif,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tujuan pengawasan pemilu, yaitu menegakkan integritas dan keadilan pemilu serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sutrisnowati menerangkan bahwa tugas utama pengawas pemilu meliputi tiga aspek, yakni pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Pencegahan dilakukan untuk meminimalkan potensi pelanggaran sebelum tahapan berlangsung, sedangkan pengawasan dilakukan selama proses pemilu berjalan. Adapun penindakan dilakukan terhadap dugaan pelanggaran maupun sengketa proses pemilu.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah tantangan pemilu yang masih sering terjadi, seperti kampanye hitam, politik uang, ketidaknetralan ASN, TNI, dan Polri, pelibatan anak dalam kampanye, kampanye di tempat ibadah dan pendidikan, hingga manipulasi suara.

Menurut Sutrisnowati, integritas pemilu harus dibangun bersama oleh seluruh pihak, baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu, maupun masyarakat sebagai pemegang kedaulatan.

“Pemilu yang berintegritas hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki komitmen menjaga kejujuran, keadilan, dan sportivitas dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu DIY juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi, mulai dari menggunakan hak pilih secara bijak, tidak mudah terpengaruh hoaks, hingga aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran pemilu.

Kegiatan diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif berdialog mengenai tantangan dan upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis di Indonesia.

Foto : Yuda

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle