Bawaslu DIY Gandeng Media Massa untuk Melakukan Pengawasan Partisipatif pada Masa Kampanye Pemilu 2024
|
Yogyakarta -- Tahapan kampanye merupakan tahapan yang penting dalam pemilu karena menentukan kemenangan peserta pemilu. Hal ini menjadikan tahapan kampanye memiliki potensi kerawanan yang tinggi sehingga Bawaslu membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk dari media massa untuk melakukan dokumentasi dan publikasi kegiatan secara objektif. Untuk itu, Bawaslu DIY mengundang perwakilan dari berbagai media massa di Yogyakarta untuk hadir dalam kegiatan “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Persiapan Publikasi dan Dokumentasi Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilihan Umum 2024” pada Kamis, 20 Oktober 2023 di The Alana Malioboro.
“Kami berharap media menjadi kontrol wacana. Kita selaku bagian dari masyarakat sipil harus berpihak pada kebenaran. Hanya dengan cara itu kita bisa bersama-sama mengawal integritas pemilu,” pesan Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib. Hal ini dikarenakan semakin maraknya hoaks yang disebarkan melalui media sosial, media massa perlu menjadi sumber berita yang terpercaya bagi masyarakat. Selain itu, Peserta Pemilu cenderung lebih takut pada media karena setiap pemberitaan dapat memengaruhi citra mereka di hadapan pemilih. Oleh sebab itu, media memegang peran yang sangat penting dalam kontestasi politik lima tahunan ini.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY Umi Illiyina memperkuat pesan tersebut dan berharap media turut berperan aktif dalam pengawasan pemilu. “Kami memang harus menggandeng media karena selain bisa memberikan edukasi kepada pemilih, media bisa memberikan porsi yang seimbang pada masa kampanye, baik dari isi pemberitaan maupun durasinya,” ujar Umi. Menurut Umi, media massa bisa menjadi filter hoaks karena media massa lebih kritis dan berita yang dipublikasikan lebih akurat dan valid karena telah melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Hal ini yang membedakan pemberitaan di media massa dengan media sosial.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY Hudono kemudian mengingatkan rekan-rekan pers agar selalu berpihak pada kebenaran, independen, dan objektif dalam pemberitaan. “Disiplin media adalah melakukan verifikasi. Ada kepentingan politiknya atau tidak? Jangan sampai wartawan hanya menjadi corong. Harus kritis, melakukan klarifikasi dan verifikasi sehingga menghasilkan berita yang objektif. Kebenaran yang utuh itu sulit, namun kita bisa mengusahakannya dengan melakukan prosedur pemberitaan yang benar,” terang Hudono.