Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY Gelar Pelatihan Manajemen Stres Kerja dan Penguatan Ketahanan Mental Pegawai

Bawaslu DIY dan BKD DIY Lakukan Pelatihan Manajemen Stres Kerja dan Penguatan Ketahanan Mental Pegawai Untuk Jaga Produktivitas Kerja

Bawaslu DIY dan BKD DIY Lakukan Pelatihan Manajemen Stres Kerja dan Penguatan Ketahanan Mental Pegawai Untuk Jaga Produktivitas Kerja

Yogyakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) bekerja sama dengan Balai Psikologi dan Konsultasi Pegawai (PKP) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Stres Kerja dan Penguatan Ketahanan Mental Pegawai di Ruang Rapat Abhipraya Bawaslu DIY, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu DIY, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu DIY, para Kepala Bagian, Subkoordinator, serta seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Bawaslu DIY. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sekaligus membekali pegawai dengan keterampilan mengelola stres kerja secara sehat dan produktif.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu DIY, Djoni Irfandi, menegaskan bahwa kesehatan mental menjadi salah satu perhatian penting Bawaslu RI, tidak hanya kesehatan fisik semata.

“Beban kerja dan berbagai persoalan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kinerja individu maupun organisasi. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh pegawai memperoleh bekal untuk mengelola stres kerja dan menghadapi tantangan pekerjaan secara lebih baik,” ujarnya.

Perwakilan Balai PKP BKD DIY menjelaskan bahwa lembaganya memiliki tugas dalam pembinaan dan pendampingan psikologis Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural. Tingginya kebutuhan pendampingan psikologis di lingkungan ASN menjadi alasan pentingnya kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Bawaslu DIY.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menyampaikan bahwa karakteristik pekerjaan pengawasan pemilu memiliki tantangan tersendiri karena beban kerjanya tidak selalu dapat diprediksi.

“Berbeda dengan pekerjaan yang terukur secara administratif, tugas pengawasan sangat bergantung pada dinamika pelanggaran dan laporan masyarakat. Karena itu, pengawas pemilu harus memiliki mentalitas yang kuat, memahami regulasi, serta berani menegakkan kebenaran,” tegasnya.

Najib menambahkan bahwa stres merupakan hal yang wajar dialami setiap individu, namun perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada kesehatan maupun kualitas kerja. Ia berharap kerja sama dengan Balai PKP BKD DIY dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu.

Dalam sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai kondisi yang bersifat dinamis dan berbeda pada setiap individu. Narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental berada dalam spektrum yang bergerak dari kondisi nyaman, stres ringan, hingga gangguan yang lebih berat apabila tidak ditangani secara tepat.

Peserta juga dikenalkan dengan berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental, mulai dari faktor biologis, psikososial, lingkungan kerja, kondisi keluarga, hingga tuntutan pekerjaan yang mendadak. Selain itu, dipaparkan pula tanda-tanda distress atau tekanan psikologis yang dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, emosional, kognitif, maupun perilaku.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas individu, peserta diajak melakukan berbagai latihan sederhana untuk mengenali dan mengelola emosi, seperti latihan pernapasan sadar, penggunaan roda emosi (emotion wheel), teknik relaksasi, grounding exercise, hingga praktik self-compassion atau sikap menghargai diri sendiri.

Materi juga membahas pentingnya membangun kebiasaan protektif dalam menjaga kesehatan mental, seperti menjaga kesehatan fisik, memperkuat relasi sosial yang positif, mengelola stres secara sehat, meningkatkan rasa syukur, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) sebagai bentuk dukungan awal bagi individu yang mengalami tekanan psikologis. Prinsip utama dalam P3LP meliputi memperhatikan kondisi seseorang, mendengarkan tanpa menghakimi, membantu menenangkan, serta menghubungkan dengan dukungan sosial maupun layanan profesional apabila diperlukan.

Dalam sesi tanya jawab, peserta berdiskusi mengenai berbagai isu kesehatan mental yang sering muncul di lingkungan kerja, seperti psikosomatis, teknik pelepasan stres, gaya kepemimpinan yang mendukung kesehatan mental pegawai, hingga penanganan awal terhadap trauma psikologis dan gangguan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD).

Melalui kegiatan ini, Bawaslu DIY berharap seluruh pegawai semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari profesionalisme kerja. Ketahanan mental yang baik diharapkan dapat mendukung kinerja organisasi dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu secara optimal, berintegritas, dan berkelanjutan.

Foto: Heri

Editor : Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle