Bawaslu DIY Gelar Pelatihan Saksi Pemilu Demi Tegakkan Integritas Pemilu
|
Yogyakarta –Bawaslu DIY menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas (ToT) dan Skema Penyelenggaraan Pelatihan Saksi Peserta Pemilu pada tanggal 23 s.d 24 Januari 2024 di Forriz Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Anggota KPU DIY dan anggota Bawaslu DIY periode 2017 – 2022. Workshop ini juga diikuti oleh Tim Pemenangan Daerah Calon Presiden dan Wakil Presiden, Badan Saksi Partai Politik, Badan Saksi Calon Anggota DPD, Pemantau Pegiat Pemilu dan Akademisi serta jajaran Bawaslu dari Kabupaten/Kota se-DIY.
”Saksi, KPPS dan pengawas harus sama dalam memahami ketentuan dan keabsahan. Kejadian di TPS harus selesai di level TPS. Jika tidak sama artinya menumpuk permasalahan di tingkat berikutnya, yang perlu diingat juga bahwa salinan hasil tidak masuk ke kotak suara,karena harus ditempel” tegas Muh Amir, Anggota Bawaslu DIY periode 2017-2022 dalam pemaparannya. Senada dengan Muh Amir, KPU DIY juga menekankan pentingnya kehadiran saksi di dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada pemilihan umum serentak. “Saksi harus datang di awal karena saksi akan menjadi bagian dari Sirekap dan datanya akan dimasukan pada Sirekap. Jika Sirekap sudah ditutup, maka data saksi sudah bisa ditambahkan datanya,” ungkap Galuh dari KPU DIY.
Saksi Pemilu memiliki peran sentral dalam memastikan integritas, transparansi, dan keabsahan seluruh proses pemilu. Oleh karenanya, pelatihan saksi menjadi hal yang penting untuk membekali para saksi dengan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman yanng efektif untuk melaksanakan tugasnya pada saat proses pemungutan suara di TPS. Penguatan pemahaman dan pemberdayaan saksi melalui workshop ToT ini pada akhirnya diharapkan agar saksi dapat memberikan keterangan bila terjadi perselisihan pada proses pemilu, mampu mengidentifikasi resiko pada saat pemungutan dan penghitungan suara serta menguatkan mental dan emosional para saksi mengenai kemungkinan resiko yang akan mereka hadapi di lapangan nanti.