Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Lantik Pejabat Administrasi dan Fungsional, Tekankan Penguatan Lembaga dan Kesiapan Tahapan Pemilu

Bawaslu DIY menghadiri undangan pelantikan pejabat struktural dan fungsional Bawaslu RI secara daring

Bawaslu DIY menghadiri undangan pelantikan pejabat struktural dan fungsional Bawaslu RI secara daring

YOGYAKARTA -- Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional di lingkungan Bawaslu secara hybrid dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu beserta jajaran sekretariat Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan menjelang tahapan Pemilu 2027.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI menyampaikan bahwa proses pelantikan merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam perjalanan aparatur sipil negara (ASN). Ia mengingatkan para pegawai yang dilantik agar tetap menunjukkan kinerja terbaik di penempatan baru.

“Apabila penempatan belum sesuai dengan kehendak kalian, tunjukkan saja kemampuan terbaik kalian di tempat baru. Percayalah kami akan melakukan evaluasi terhadap performa kalian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelantikan dilakukan sebagai bagian dari agenda penguatan lembaga. Saat ini masih terdapat sekitar 30 persen jabatan yang belum terisi dan akan dilakukan pengisian secara bertahap.

Menurutnya, ASN Bawaslu perlu berhenti mengeluh atas hasil penempatan dan mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi tahapan pemilu yang akan segera berjalan.

“Tahapan pemilu segera akan terjadi. Oleh karena itu, kami siapkan kalian agar nantinya tidak terjadi kegaduhan di internal,” katanya.

Selain itu, Sekjen Bawaslu RI juga mendorong pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk melanjutkan pendidikan formal guna mendukung pengembangan karier dan kualitas kerja di lingkungan Bawaslu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyampaikan bahwa pelantikan menjadi momentum membahagiakan bagi pegawai yang memperoleh kenaikan jabatan struktural maupun fungsional. Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu beradaptasi dengan budaya kerja di unit masing-masing.

“Pelajari kultur komisioner dan lingkungan kerja di bagian masing-masing. Anggap ini sebagai bagian dari petualangan hidup ASN,” ujar Rahmat.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan sistem manajemen sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu, termasuk pendataan riwayat hidup pegawai dan jajaran pengawas adhoc di seluruh Indonesia.

Menurut Rahmat, pengalaman bertugas di daerah penting dimiliki ASN Bawaslu agar memahami hubungan kerja antara sekretariat dan komisioner di lapangan. Karena itu, penyebaran pegawai pusat ke daerah dilakukan sebagai bagian dari penguatan organisasi.

“Harapannya teman-teman dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja setempat dan menjalankan tugas sesuai arahan yang tidak bertentangan dengan aturan,” katanya.

Pelantikan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan organisasi Bawaslu dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pilkada mendatang, sekaligus meningkatkan profesionalisme ASN dalam mendukung pengawasan pemilu yang efektif dan berintegritas. Pada pelantikan ini dari Bawaslu DIY terlantik dua orang atas nama Fauzia Sholikhati Nurul Jannah yang dilantik menjadi Kepala Sub Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bawaslu Kabupaten Magelang, dan Fajar Marchito Saleh sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya di Bawaslu DIY. 

 

Foto : Emy

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle