Literasi Digitalisasi Melawan Hoax
|
Yogyakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta, Hari Kamis (10/11/2022) Anggota Bawaslu DIY Bayu Mardinta Kurniawan, menjadi pembicara kegiatan “Literasi Digitalisasi Melawan Hoax” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY di Gedung Serba Guna Kantor Kalurahan Kalitirto, Berbah, Sleman.
Bayu Mardinta Kurniawan menyampaikan bahwa ada 3 output penting dari literasi digital, yaitu masyarakat harus mampu menyaring informasi, kritis terhadap informasi, dan terampil dalam mengakses informasi. Hoax harus dilawan karena dalam konteks pemilu, hoax dapat merusak kemampuan publik dalam menentukan pilihannya secara jernih. Itulah literasi digital penting bagi masyarakat.
Bayu Mardinta Kurniawan juga menyebutkan bahwa Bawaslu mendorong pengawasan pemilu partisipatif dalam Pemilu. Paradigma pengawasan Bawaslu sudah bergeser dengan mendahulukan pencegahan dalam setiap pengawasan. Pengawasan partisipatif mempunyai andil dalam pencegahan pelanggaran pemilu. Walaupun demikian unsur penindakan juga tetap diperkuat. Bayu Mardinta Kurniawan mengajak partisipasi peserta kegiatan untuk menjaga Pemilu agar berjalan dengan baik dan bermartabat.
Pembicara yang lain dari Anggota Komisi A DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, juga menyampaikan bahwa hoax sudah menjadi permasalahan serius karena bisa memecah belah masyarakat. Yuni menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyaring berita. "Bapak, Ibu dalam menyikapi sebuah informasi/berita itu harus lebih berhati-hati, apalagi dalam menghadapi Pemilu 2024. Jangan ketika mendapatkan informasi langsung kita share kemana-mana. Kalau informasi itu dari judulnya sudah provokatif ya kita harus hati-hati", tegas Yuni.
Dari sisi POLDA DIY Ahmad Irwan menyampaikan bahwa Hoax adalah informasi yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dampak hoax dapat menimbulkan perpecahan individu atau antar kelompok. Beberapa hal untuk menghindari hoax yaitu hindari judul yang provokatif, periksa sumber beritanya, periksa kebenaran foto, periksa alamat situs/website, berpikir logis dan kritis, dan membaca keseluruhan berita.
Peserta kegiatan ini kurang lebih 50 orang dari Karang Taruna, Kepala Dukuh, dan Tokoh Masyarakat yang ada di Kecamatan Berbah