Optimalkan Pengelolaan Media Sosial, Bawaslu DIY Lakukan Pelatihan Kehumasan
|
Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat kualitas publikasi dan komunikasi kelembagaan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menyelenggarakan Peningkatan Kapasitas Kehumasan yang diikuti jajaran kehumasan Bawaslu DIY dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-DIY pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang membahas fotografi jurnalistik, desain grafis, dan strategi pengelolaan media sosial bagi institusi pemerintah.
Membuka kegiatan, Ketua Bawaslu DIY, Moh. Najib, menegaskan bahwa media sosial telah menjadi wajah lembaga di mata masyarakat sehingga perlu dikelola secara profesional dan kreatif. Menurutnya, kualitas dokumentasi visual memiliki peran penting dalam membangun citra sekaligus menyampaikan informasi kepada publik.
"Media sosial adalah wajah kita. Orang bilang foto berbicara lebih dari seribu kata. Di era digital, sense untuk menentukan fokus dan angle itu tetap membutuhkan keterampilan dan latihan," ujar Najib.
Najib juga mengingatkan bahwa masyarakat kini lebih menyukai informasi yang disajikan secara ringkas melalui media sosial dibandingkan tulisan yang panjang. Oleh karena itu, kemampuan menghasilkan foto yang kuat dan mengemas informasi secara menarik menjadi kompetensi yang harus dimiliki insan kehumasan Bawaslu.
Pada sesi fotografi, Pamungkas Wahyu Setiyanto dari Institut Seni Indonesia (ISI) mengajak peserta untuk memahami kembali hakikat fotografi sebagai media komunikasi visual, bukan sekadar aktivitas menekan tombol kamera. Menurutnya, hasil fotografi lahir dari perpaduan kemampuan teknis dan kepekaan seorang fotografer dalam menangkap momen.
"Fotografi merupakan proses intelektual manusia dengan rasa manusia dalam menggunakan kamera. Tidak semua shutter yang dipencet akan menjadi fotografi secara utuh," jelas Pamungkas.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur utama yang harus diperhatikan dalam menghasilkan dokumentasi yang baik, yaitu pencahayaan (lighting), keseimbangan warna (white balance), dan komposisi. Selain itu, fotografer humas juga harus memahami sudut pengambilan gambar (angle), menentukan titik fokus, serta menunggu momen yang tepat agar foto mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat.
Pamungkas juga menekankan bahwa dokumentasi kehumasan bukan sekadar arsip kegiatan, melainkan aset informasi yang nilainya akan semakin penting di masa mendatang.
"Dokumentasi sering dianggap remeh. Padahal, bisa jadi peristiwa hari ini baru dibutuhkan beberapa tahun kemudian. Dokumentasi visual menjadi sangat penting ketika suatu peristiwa telah berlalu," ungkapnya.
Sementara itu, pada sesi pengelolaan media sosial, Odam Asdi Artosa dari Universitas Gajah Mada (UGM) mengajak peserta untuk mengubah paradigma publikasi kelembagaan. Menurutnya, media sosial institusi pemerintah tidak cukup hanya menampilkan dokumentasi kegiatan, tetapi harus mampu membangun interaksi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Media sosial bukan hanya etalase. Hal yang paling penting adalah membuat masyarakat penasaran untuk melihat konten kita. Karena itu, setiap akun perlu memiliki content plan yang jelas," ujarnya.
Odam memperkenalkan prinsip 3E (Educating, Entertaining, dan Engaging) sebagai formula dasar dalam menyusun konten media sosial. Ia juga mendorong agar konten lebih banyak menghadirkan edukasi berbasis persoalan yang dihadapi masyarakat, menggunakan pendekatan storytelling, serta memanfaatkan format reels, carousel, infografis, polling, maupun kuis agar komunikasi menjadi lebih interaktif.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa desain yang baik bukanlah desain yang paling ramai, melainkan yang paling mudah dipahami oleh masyarakat.
"Jangan membuat desain yang hanya cantik, tetapi buatlah desain yang mudah dibaca," pesannya.
Melalui pelatihan ini, Bawaslu DIY berharap kemampuan fotografi, desain grafis, dan pengelolaan media sosial para pengelola kehumasan semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan publikasi yang informatif, menarik, dan berdampak. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu DIY dalam menghadirkan komunikasi publik yang lebih adaptif, kreatif, serta mampu mendekatkan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara efektif.
Foto : Wandi
Editor : Tim Humas Bawaslu DIY