Pahami Potensi Kebakaran, Bawaslu DIY Lakukan Simulasi Pemadaman Kebakaran
|
YOGYAKARTA-- Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menggelar pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di Ruang Abhipraya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang DAMKARMAT BPBD DIY, Mahujud Puspita Hadi, dan diikuti seluruh pimpinan serta pegawai Bawaslu DIY.
Kepala Bagian Administrasi Bawaslu DIY, Aditiya Nugroho Pamungkas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan kantor. Menurutnya, mitigasi kebakaran perlu dipahami seluruh pegawai mengingat tingginya potensi kebakaran maupun bencana di DIY.
“DIY memiliki potensi bencana yang tinggi sehingga kita harus memahami bagaimana meminimalisir risiko kebakaran serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Mahujud Puspita Hadi menjelaskan bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, baik bencana alam maupun nonalam. Ia menyebut DIY sebagai daerah dengan tingkat kerawanan yang cukup kompleks.
“Sekitar 70 persen wilayah DIY memiliki potensi bencana. Karena itu kesiapsiagaan menjadi hal penting, sebab rendahnya kapasitas kesiapsiagaan sering kali lebih mematikan daripada bencana itu sendiri,” jelas Mahujud.
Ia juga menjelaskan bahwa kebakaran merupakan salah satu kejadian darurat yang paling sering terjadi sepanjang tahun. Penyebabnya beragam, mulai dari korsleting listrik, penggunaan peralatan tidak berstandar, hingga faktor cuaca ekstrem.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai dasar-dasar kebakaran, mulai dari unsur pembentuk api, cara memutus “segitiga api”, hingga teknik pemadaman yang benar. Mahujud menekankan pentingnya langkah pencegahan dibanding hanya berfokus pada penanganan setelah kejadian.
“Pemadaman dilakukan dengan memutus unsur api, yaitu panas, oksigen, dan bahan bakar. Yang paling penting adalah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi,” katanya.
Selain teori, kegiatan juga diisi dengan simulasi penggunaan APAR dan teknik pemadaman sederhana menggunakan kain basah. Simulasi dilakukan langsung oleh pegawai Bawaslu DIY dengan pendampingan petugas DAMKARMAT BPBD DIY.
Peserta juga dibekali edukasi mengenai keselamatan listrik rumah tangga dan kantor, termasuk bahaya penggunaan colokan bertumpuk serta pentingnya penggunaan perangkat berstandar SNI untuk mencegah korsleting.
Melalui pelatihan ini, Bawaslu DIY berharap seluruh pegawai memiliki kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat kebakaran serta mampu melakukan penyelamatan diri secara cepat, tepat, dan aman.
Foto : Upi
Editor : Tim Humas Bawaslu DIY