Peduli Literasi Digital, Bawaslu DIY Hadiri Tular Nalar Summit 2025
|
Yogyakarta (26/06/2025) – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY), Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Umi Illiyina penuhi undangan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk hadir dalam kegiatan Tular Nalar Summit 2025 yang digelar di Auditorium Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta pada hari Kamis (26/06/2025) dengan mengambil tajuk Merayakan Semesta Kolaborasi.
Kegiatan yang dirancang sebagai sebuah refleksi atas keberhasilan multisektor yang telah dibangun diantara para pemangku kepentingan seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, akademisi, NGO, media, komunitas transgender, disabilitas dan sektor swasta untuk mengakselerasi literasi digital yang holistik ini mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti sebagai Keynote Speaker.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Mafindo, Love Frankie dan Ma'arif Institute sejak tahun 2020 ini berupaya untuk mewujudkan masyarakat digital yang tangguh ditengah maraknya disinformasi politik pada pemilih pemula, dan juga lansia dengan banyaknya berita hoaks dalam dunia politik, disinformasi di ruang digital serta kesenjangan pemahaman teknologi antar generasi yang mampu mengancam kelompok rentan di masyarakat.
Chairman dan Co-Founder Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyampaikan kolaborasi yang tercipta merupakan gerakan bersama dari banyak pihak untuk menerangi jalan agar upaya melawan penyebaran informasi salah (hoaks) dan pendidikan literasi digital memiliki skala yang lebih besar bukan hanya di Indonesia tapi juga di kawasan Asia Tenggara.
“Jadi Tular Nalar Summit ini dihadiri dari berbagai lembaga yang selama ini bergerak untuk mencerdaskan literasi digital di masyarakat. Baik kelompok anak sekolah, mahasiswa, hingga ke lansia,” ungkap Septiaji.
Melalui Tular Nalar Summit 2025 diharapkan dapat mewujudkan ekosistem informasi yang sehat, bermarwah dan menjujung tinggi martabat manusia melalui adanya kurikulum literasi digital bagi generasi muda, akademisi dan kelompok lansia. Bawaslu DIY meyakini bahwa dengan gencarnya literasi digital tersebut maka akan mampu menjadi filter bagi pemilih pemula dan kelompok rentan dalam mengakses dan menerima informasi kepemiluan dengan tepat sehingga menjamin atmosfer demokrasi berjalan dengan jujur dan adil.
Editor : Upi
Foto : Hany Amaria