Soroti Permasalahan Pemilu yang Beragam, Bawaslu DIY Ajak Mahasiswa Melek Kepemiluan
|
SLEMAN -- Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menggelar diskusi konsolidasi demokrasi melalui program Angkringan Demokrasi dengan tema “Mewujudkan Pemilu Berintegritas” bersama mahasiswa Jurusan Biologi A Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (20/5/2026), di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti 35 peserta dan menghadirkan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY, Sutrisnowati, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Sutrisnowati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu DIY dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029 pasca berakhirnya Pemilu dan Pilkada 2024.
“Pemilu yang berintegritas membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya penyelenggara pemilu. Masyarakat, peserta pemilu, hingga aparat negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga demokrasi berjalan jujur dan adil,” ujar Sutrisnowati.
Dalam diskusi, pemilu dianalogikan sebagai sebuah pertandingan olahraga yang membutuhkan wasit agar kompetisi berjalan adil. Peserta diajak memahami bahwa tanpa pengawasan, perebutan kekuasaan sangat rentan terhadap berbagai pelanggaran.
“Pemilu itu seperti pertandingan. Ada kompetisi, ada strategi, bahkan potensi kecurangan. Karena itu diperlukan pengawas agar prosesnya tetap fair dan hasilnya dapat dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Sutrisnowati juga menyoroti berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari politik uang, kampanye hitam, penyebaran hoaks, ketidaknetralan aparat, manipulasi suara, hingga pelibatan anak dalam kampanye politik.
Menurutnya, berbagai pelanggaran pemilu kerap kali hanya terlihat di permukaan layaknya fenomena gunung es.
“Pelanggaran yang terlihat dan dilaporkan sering kali jauh lebih sedikit dibandingkan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. Karena itu pengawasan partisipatif masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai tugas utama Badan Pengawas Pemilihan Umum yang meliputi pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap dugaan pelanggaran maupun sengketa proses pemilu.
Selain itu, dijelaskan pula tiga prasyarat utama untuk mewujudkan integritas pemilu, yakni integritas stakeholder strategis, integritas proses penyelenggaraan, dan integritas hasil pemilu.
Sutrisnowati menegaskan bahwa keberhasilan pemilu berintegritas hanya dapat tercapai melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kita membutuhkan penyelenggara yang profesional, peserta pemilu yang jujur, dan masyarakat yang cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Demokrasi yang sehat lahir dari kesadaran bersama,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu DIY berharap mahasiswa sebagai generasi muda mampu meningkatkan kesadaran politik, memperkuat literasi demokrasi, serta berperan aktif dalam pengawasan partisipatif demi terciptanya pemilu yang demokratis dan berintegritas di Indonesia.
Foto : Zulfikar
Editor : Tim Humas Bawaslu DIY