Wujud Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Daerah, Bawaslu Gunungkidul Luncurkan Gerakan Perempuan Mengawasi
|
Gunungkidul – Bawaslu Kabupaten Gunungkidul luncurkan Gerakan Perempuan Mengawasi (GPM) pada Kamis, 1 Oktober 2020. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengawasan partisipatif di Kabupaten Gunungkidul. Hadir dalam peluncuran tersebut Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Kepala Bagian Temuan Laporan Pelanggaran Bawaslu Yusti Erlina, dan Komisioner Bawaslu D.I. Yogyakarta. Bertempat di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Dewi Pettalolo memberikan apresiasi dan dukungan terhadap gerakan yang diinisiasi Bawaslu Kabupaten Gunungkidul. Menurut Dewi, Gerakan Perempuan Mengawasi ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan akan menjadi kekuatan baru dalam mengawasi proses pemilihan. “Perempuan yang tergabung dalam gerakan ini dapat melakukan diskusi dan komunikasi untuk memperkaya informasi terkait pelaporan, pencegahan, dan potensi pelanggaran pemilihan”, ucap Dewi.
Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Rini Iswandari menilai partisipasi perempuan sebagai penyelenggara pemilihan jumlahnya sangat minim dibanding laki-laki. “Tetapi perempuan mempunyai karakter yang detail, teliti, cermat, dan peka terhadap sesuatu”, ucap Rini. Rini juga menyampaikan bahwa gerakan ini beranggotakan perempuan yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, tidak berafiliasi politik, bersifat sukarela, dan berkomitmen menjadi relawan. “Sementara ini yang sudah terdaftar berasal dari anggota PKK, forum-forum sosial, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), fatayat, muslimat, aisyiyah, dan karang taruna”, terang Rini.
Rini menambahkan saat ini anggota GPM berjumlah 536 orang dan masih akan terus bertambah dengan target 1.416 orang sesuai dengan jumlah dusun di Kabupaten Gunungkidul. Rini berharap 1 (satu) dusun ada 1 (satu) orang relawan GPM.
Sementara itu Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa partisipasi perempuan dalam pemilihan kepala daerah sangatlah besar. Kedepannya gerakan ini dapat menjadi wadah komunikasi perempuan Gunungkidul dalam pengawasan pemilihan kepala daerah. Bagus berpesan agar Bawaslu Kabupaten Gunungkidul tetap membangun komunikasi dan menjaga kepercayaan masyarakat. “Mudah-mudahan gerakan ini dapat memenuhi target sampai tahapan pemilihan berakhir”, harap Bagus.