Bawaslu RI Apresiasi Disiplin dan Kinerja Bawaslu DIY dalam Kunjungan Monitoring dan Evaluasi
|
Yogyakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menerima kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) serta inspeksi mendadak (sidak) dari Bawaslu RI yang diwakili oleh Lolly Suhenty selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu RI, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas kinerja pengawasan pada masa non-tahapan Pemilu. Kunjungan yang berlangsung pada Senin (06/07/2026) di Kantor Bawaslu DIY tersebut menjadi momentum untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu di daerah tetap berjalan optimal meskipun tahapan Pemilu belum berlangsung.
Dalam arahannya, perwakilan Bawaslu RI menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bawaslu DIY yang dinilai mampu menjaga kedisiplinan dan profesionalisme kerja. Salah satu indikator yang mendapat perhatian adalah kehadiran pegawai yang tetap tepat waktu dan konsisten menjalankan tugas selama masa non-tahapan.
"Kami mengapresiasi kinerja Bawaslu DIY. Meskipun berada di luar tahapan pemilu, jajaran sekretariat tetap hadir tepat waktu dan menunjukkan komitmen yang baik dalam menjalankan tugas," ujar Lolly.
Bawaslu RI juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh ukuran organisasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Analogi pertandingan sepak bola dunia disampaikan sebagai motivasi bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil apabila disertai kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang.
"Belajar dari Piala Dunia, tim-tim besar pun bisa tumbang. Begitu pula dalam organisasi, yang menentukan bukan hanya besar kecilnya lembaga, tetapi mental disiplin, integritas, dan soliditas seluruh jajarannya," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lolly menekankan pentingnya menjaga disiplin kerja sebagai budaya organisasi. Penerapan absensi bagi jajaran sekretariat pada masa non-tahapan dinilai menjadi salah satu langkah untuk memastikan komitmen kerja tetap terjaga. Bahkan, Bawaslu RI tengah mengupayakan penerapan mekanisme kehadiran bagi jajaran pimpinan sebagai bagian dari penguatan budaya disiplin di lingkungan Bawaslu.
Selain aspek kedisiplinan, Bawaslu RI juga mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi internal, meningkatkan kualitas administrasi melalui peran Kepala Sekretariat, serta terus membangun konsolidasi demokrasi sebagai bentuk penguatan kelembagaan. Penataan administrasi yang baik dinilai akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tahapan Pemilu mendatang.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, seluruh jajaran juga didorong untuk tetap menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan program kerja sehingga pelayanan kepada masyarakat dan penguatan demokrasi tetap dapat berjalan secara optimal.
Pada akhir arahannya, Bawaslu RI mengingatkan bahwa proses seleksi anggota Bawaslu RI direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Seluruh jajaran juga diminta terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman di bidang kepemiluan sebagai bekal menghadapi penyelenggaraan Pemilu 2029.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Bawaslu RI berharap semangat disiplin, integritas, profesionalisme, serta penguatan kapasitas kelembagaan terus menjadi budaya kerja di seluruh jajaran Bawaslu, sehingga mampu menjaga kualitas pengawasan dan memperkuat demokrasi di Indonesia.
Foto: Upi
Editor : Tim Humas Bawaslu DIY