Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu DIY Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Antikorupsi dan Integritas

Ketua Bawaslu DIY memaparkan antikorupsi dan anti politik uang sebagai wujud bela negara.

Ketua Bawaslu DIY memaparkan antikorupsi dan anti politik uang sebagai wujud bela negara.

Sleman — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mohammad Najib, mendorong mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta untuk membangun budaya antikorupsi, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa sejak dini melalui dari kebiasaan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam sesi talk show kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 melalui GENIUS (Gebyar Orientasi dan Unjuk Ekspresi) yang berlangsung di Hall Lantai 5 UNU Yogyakarta, Gamping, Sleman, Selasa (22/9/2026). 

Dalam diskusi mengenai budaya antikorupsi, Mohammad Najib menjelaskan bahwa korupsi merupakan persoalan serius yang dapat menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki posisi strategis untuk menjaga bangsa dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk dengan membangun karakter jujur melalui tindakan sederhana. “Budaya antikorupsi tidak hanya dibangun melalui penindakan terhadap pelaku, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan integritas setiap individu,” ujar Najib. 

Najib juga mengajak mahasiswa berperan dalam mencegah politik uang sebagai salah satu persoalan yang berkaitan dengan kehidupan demokrasi. Ia menekankan pentingnya keberanian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menolak politik uang sehingga rantai permintaan terhadap praktik tersebut dapat diputus. 

“Saya ingin semua mahasiswa yang hadir di sini menjadi sosok yang berani menolak politik uang. Jangan sampai kita justru menjadi bagian dari praktik yang pada akhirnya dapat melahirkan korupsi,” tegasnya. 

Selain persoalan korupsi dan politik uang, talk show membahas aktualisasi bela negara di era digital. Mayor CAJ (K) Wahyu Apriliyanti mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan bentuk ancaman baru melalui ruang digital. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital agar mampu melakukan verifikasi informasi dan tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman maupun perpecahan. “Jangan sampai kita menjadi sumber hoaks bagi orang lain. Sebelum menyebarkan suatu informasi, kita harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu,” pesannya. 

Pembahasan juga mencakup ancaman narkotika dan pentingnya cinta tanah air. Wahyu menekankan perlunya pengetahuan, kewaspadaan, lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, Dr. KH. Ahmad Zuhdi Mudhlor mengingatkan generasi muda agar memahami sejarah perjuangan bangsa dan menerjemahkan cinta tanah air melalui tindakan nyata, seperti menghormati perbedaan, menjaga persatuan, menaati aturan, belajar dengan sungguh-sungguh, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui talk show tersebut, para narasumber mengajak mahasiswa menerapkan nilai bela negara melalui penolakan terhadap politik uang, penggunaan media sosial secara bijak, serta penguatan iman dan prinsip dalam kehidupan sehari-hari.

Foto: Upi

Editor: Tim Humas Bawaslu DIY

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle